Jumat, 19 Oktober 2012

ETIKA GOVERNMENT

Pemerintah tidak dibentuk untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya, demi mencapai tujuan bersama. Suatu gejala yang nampak dewasa ini adalah kecenderungan dan pertumbuhan ke arah mensukseskan pembangunan di segala bidang. Untuk mensukseskan pembangunan, Etika Pemerintahan menjadi topik pembicaraan, terutama dalam mewujudkan aparatur yang bersih dan berwibawa. Aparatur pemerintahan harus menjadi saluran atau jembatan pengabdi dan melaksanakan kepentingan umum dengan penuh dedikasi dan loyalitas, bukan sebaliknya, tidak menyalagunakan kekuasaan, mencari kesempatan dalam kesempitan, aji mumpung. Bila masyarakat mengetahui tentang tidak lancarnya pelayanan, terdapat penyelewengan dan atau penyimpangan maka akan dapat berakibat menimbulkan reaksi. Oleh sebab itu sekiranya timbul reaksi tidak kentara di mata masyarakat, karena reaksi tersebut dapat menimbulkan public opini yang didasarkan oleh perasaan umum tidak puas dan akhirnya dapat menjelma menjadi pendapat umum yang dapat merongrong kewibawaan pemerintah. Aparatur negara dan pemerintah mempunyai tugas mendidik rakyat. Mendidik orang lain berarti mendidik diri sendiri, karena itu, seorang pemimpin/pelaksana negara yang sadar akan kewajibannya sebagai pendidik, hendaknya berusaha agar : 1) Dalam hidup sehari-hari menjadi contoh teladan, panutan bagi umum dan kesusilaan. 2) Dalam usahanya sehari-hari selalu memperhatikan kemajuan lahir batin masyarakatnya. Ajaran untuk berperilaku yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hakikat manusia disebut etika pemerintahan. Selain itu etika pemerintahan juga merupakan bagian dari praktekyurisprudensi atau filosofi hukum yang mengatur operasi dari pemerintah dan hubungannya dengan orang-orang dalam pemerintahan. Prinsip-prinsip etika harus disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan tempat. Prinsip-prinsip etika yang bersifat authority, yang bersifat perintah menjadi suatu peraturan sehingga kadang-kadang merupakan atribut yang tidak bisa dipisahkan. Dalam etika pemerintahan, apa yang dianjurkan merupakan paksaan (imperatif) yang dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan kesulitan. Di atas telah diuraikan bahwa apa yang dilihat adalah authority misalnya, berpakaian dinas (PSH, PSR, PSL) sebenarnya masalah etika, tetapi kalau sudah dituangkan bukan lagi bersifat etis, tetapi bersifat pelaksanaan (operasional). Kendatipun tidak ada sanksi yang tegas. Pada etika karena mengikuti adanya perubahan-perubahan di dalam masyarakat, tergantung dengan kemauan (needs), kehendak masyarkat yang pada suatu waktu dan tempat bisa berubah-ubah. Etika digantungkan dengan authority menghendaki orang harus tunduk pada perintah. Sedangkan pemerintah mempunyai sifat authority, sifat memaksakan. Pemerintah tidaklah sama dengan masyarkat. Disinilah letak sulitnya mempelajari etika pemerintahan. Pemerintah tidak dapat melaksanakan perintah sekehendaknya yang bertentangan dengan nilai etika masyarakat.

Etika sebagai tinjauan

Pengertian etika Berikut adalah beberapa pengertian mengenai etika ; Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Menurut Profesor Robert Salomon, etika dikelompokkan menjadi dua dimensi: 1. Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. 2. Etika merupakan hokum orang social. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi perilaku manusia. Dari sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut: Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat. Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya. Bertens (1994) menjelaskan, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan.Bentuk jamaknya adalah ta etha artinya adat kebisaan, dari bentuk jamak inilah terbentuk kata Etika oleh filsuf Yunani Aristoteles(384-322 BC) dipakai untuk menunjukan filsafat moral. Berdasarkan asal – usul kata tersebut Etika berarti Ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan

Perilaku Etika Dalam Bisnis

Bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang yang dikenal sebagai stakeholders, yaitu: pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas. Oleh karena itu para pebisnis harus mempertimbangkan semua bagian dari stakeholders dan bukan hanya stockholdernya saja. Pelanggan, penyalur, pesaing, tenaga kerja dan bahkan pemegang saham adalah pihak yang sering berperan untuk keberhasilan dalam berbisnis. Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan yang tidak etis yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair dan discrimination. Maka dari itu dalam perspektif mikro, bisnis harus percaya bahwa dalam berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan. Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang. Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian latihan keterampilan, dll. Perkembangan dalam etika bisnis dibagi menjadi 5 periode yaitu sebagai berikut : 1) Situasi Dahulu : Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur, 2) Masa Peralihan tahun 1960-an : ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility, 3) Etika Bisnis Lahir di AS tahun 1970-an : sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS, 4) Etika Bisnis Meluas ke Eropa tahun 1980-an : di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN), 5) Etika Bisnis menjadi Fenomena Global tahun 1990-an : tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika. sumber : http://enomutzz.wordpress.com/2011/11/03/perilaku-etika-dlam-bisnis/

Kamis, 21 Juni 2012

Tournament Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 Four Vice Indonesia to Semifinal

JAKARTA, suaramerdeka.com - Four representatives of Indonesia made it to the last four tournaments Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 after defeating their opponents in the quarter finals which took place today at the Senayan Stadium, Jakarta. Victory over the men's singles, Simon Santoso first breezed into the semifinals after conquering a national training co-Dionysius Hayom Rumbaka in the game lasted 39 minutes two straight games 21-17, 21-7. Simon is played off against Hayom first game since the beginning of the second to control games or to continue to attack Hayom. "Do not get me behind Hayom because he has good speed. The beginning of the game I try to attack at least can score points," Simon said after the game. Kemenagan Simon also won the men's doubles pair, Markis Kido / Hendra Setiawan all the quarter-finals after beating Indonesia when Rendra Wijaya / Rian Sukmawan with a score of 21-18, 21-9. Junior partner who is a champion Indonesia International Challenge 2010, is able to give the fight to the Kido / Hendra in the first game. "Had been surprised, they thought not to play fast. But fortunately we played patiently," said Kido. While a representative of Indonesia who qualified for the last four others are the women's doubles partner, Greysia Polii / Meiliana Jauhari who defeated eighth-ranked doubles world, Miyuki Maeda / Satoko Suetsuna of Japan 21-13, 21-16. Of the four previous meetings, Greysia / Meiliana always defeat but in turnammen prize of U.S. $ 650,000 Indonesian couples who will compete in the London Olympics is able to show their best performances. "We have not been won from the Japanese partner. So we try to keep his concentration to reach the point by point. We know they have the type of defensive permainnan but today they also change their game," said Meiliana. Followed by a victory Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir the brothers managed to subdue pair Markis Kido / Pia Zebadiah Bernadeth in a thrilling three-game battle 21-15, 15-21, 21-11. In the semifinals tomorrow (16/6), Simon will meet a single Indian, Parupalli Kashyap. While Kido / Hendra will challenge Jung Jae Sung / Lee Yong Dae from Korea. While Greysia / Meiliana players will be challenged China, Tian Qing / Zhao Yunlei. The mixed doubles pair Tontowi / Liliyana will be dealing with Xu Chen / Ma Ji.(Prajtna Lydiasari/CN33) CONCLUSION: Four representatives of Indonesia made ​​it to the last four tournaments Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 after defeating their opponents in the quarter finals which took place today at the Senayan Stadium, Jakarta. sumber: Suara Merdeka.com

Selasa, 12 Juni 2012

Expressing Ability, Polite Question and Exercise

Expressing Ability : 1. Ron can drive a car. 2. You can buy a milk at the supermarket. 3. I can meet you at Bob's tomorrow night. 4. I could be a pilot if I have the training I need. 5. You could walk if you have a pair of leg. Polite Questions : 1. May I please borrow your eraser? 2. Could I please borrow your eraser? 3. Can I please borrow your eraser? 4. Would you please go to the market? 5. Could you please go to the market? 6. Will you please go to the market? Exercise : Expressing Ability : CAN and CAN'T 1. A cat can climb trees, but it can't fly. 2. A fish can't walk, but it can swim. 3. A dog can bark, but it can't sing. 4. A tiny baby can cry, but it can't talk. 5. You can store water in a glass jar, but you can't store it in a paper bag. 6. You can't drive from the Philippines to Australia, but you can drive from Italy to Austria. Exercise : COULD, MAY, MIGHT and WILL PROBABLY 1. Tonight I could go shopping. Or I might watch the movie. Of course, I may go shopping. But I'll probably just watch the movie. 2. Next year, I might graduate. But I could postpone it. I may postpone it. But I'll probably graduate next year. 3. My friend Kendall may visit me this weekend, but I'm not sure. She might visit. She could also take her friends along. But she'll probably visit me alone. 4. One hundred years from now, I may have die. But I could live long enough. I will probably might've die anyway. Exercise : Polite Questions : MAY I, COULD I, and CAN I. 1. A : Hello? B : Hello. Is Ahmed there? A : Yes, he is. B : May I speak to him? A : Just a minute, I'll get him. 2. A : Hello. Mr. Black's office. B : May I speak to Mr. Black? A : May I ask who is calling? B : Susan Abbott. A : Just a moment Ms. Abbott. I'll connect you. 3. A : Hello? B : Hi. This is Bob. Can I talk to Pedro? A : Sure. Hang on. 4. A : Good afternoon. Dr. Wu's office. Can I help you? B : Yes. I'd like to make an appoinment with Dr. Wu. A : Fine. Is Friday morning at ten all right? B : Yes. Thank you. A : Your name? 5. A : Hello? B : Hello. Can I talk to Emily? A : She's not at home right now. Do you have a message? B : No thanks. I'll call later. 6. A : Hello? B : Hello. Can I talk to Maria? A : She's not here right now. B : Oh. Can I have a message? A : Certainly. Just a minute. I have to get a pen. 7. A : Hello? B : Hello. Could I talk to Jack? A : Who? B : Jack. Jack Butler. A : There's no one here by that name. I'm afraid you have the wrong number. B : Is this 221-3892? A : No, it's not. B : Oh, I'm sorry. A : That's okay. Exercise : Polite Questions : MAY I, COULD I, and CAN I 1. May I please see your dictionary for a minute. 2. May I please use Bobby's phone please. 3. Can I have the check please?I have finish my meal. 4. Can I help you with your packages miss? Sure thanks. 5. May I leave the class Mrs. Sophia? 6 Can I borrow your calculator during the algebra test? I'm sorry, but I need to use it. 7. Could I borrow some of your money please?I have less amount of money. Sure, here it is. Thanks.

Rabu, 21 Maret 2012

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

1)Subject:George
Verb : Cooking
Modifier of place : dinner tonight
2)Subject:Henry and Marcia
Verb : have visited
Object :the president
3)Subject : We can
Verb : Eat
modifer of time:lunch
modifier of place:restaurant
4)Subject : Pat should
Verb : have bought
modifer of time:yesterday
5)Subject : Trees
Verb : Grow
6)Subject : it was
Verb : raining
Modifier of time : at seven o`clock this morning
7)Subject : She
Verb : Opened Checking account
modifer of time:last week
modifier of place:at the bank
8)Subject : Harry
Verb : is washing dishes
modifer of time:right now
9)Subject : She
Verb : Opened
Object: Her book
10)Subject : Paul, William, And Mary
Verb : were watching
Object: Television
modifer of time:a few minutes ago

Senin, 19 Maret 2012

bisnis restoran sea food

karena menurut saya dengan bisnis makanan itu lebih cepat pemasaranya. dan kebetulan saya sendiri suka dengan makanan seafood.selain itu bisnis ini cenderung lebih cepat balik modal, karena makanan banyak dibutuhkan orang,baik didaerah kampus, perkantoran ataupun perumahan.dan masih banyak tempat strategis yang lebih baik.